Program Ekonomi Umat Berbasis Masjid Ala Laznas BSM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Amil Zakat Nasional Bank Mandiri Syariah (Laznas BSM) umat bersama Bank Mandiri Syariah Cabang, Pluit, Jakarta Utara menggelar seminar manajemen wirausaha berbasis masjid.

Kegiatan program masyarakat mikro digelar di Aula Kantor Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, (28/3).

Untuk susksesnya program ini, BSM Cabang Pluit menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta dan Pengurus NU Penjaringan menghadirkan 100 pengurus masjid se-Penjaringan, Jakarta Utara.

Hadir sebagai narasumber, Kiagus Tohir (Direktur Laznas BSM), Ivan Bahruno (Kepala Devisi BSM), hadir juga Binar Astuti Noviarini (Ketua BSM Cabang Pluit),  H Syamsuddin (Ketua DMI DKI), dan Ahmad Karyudi (Ketua NU Penjaringan).

Dalam diskusi, Ki Agus Tohir mengajak pengurus masjid senantiasa melakukan penguatan diri dan mengembangkan SDM guna memakmurkan masjid dan jamaah masjid. "Mari bersama-sama bergerak melakukan pemberdayaan ekonomi umat melalui program dan jaringan berbasis masjid," ajak Kiagus Tohir.

Dikatakannya, berjuang dalam membesarkan dan mengembangkan agama Islam banyak cara, diantaranya melalui program pemberdayaan pengelolaan masjid. "Kita membangun masjid, mengoptimalkan jaringan masjid dengan cara menjadi pengusaha, pionir atau pemain bisnis," jelasnya.

Nah, dalam pengembangannya, kata Kiagus Tohir, tidak bisa sendiri-sendiri, perlu adanya kerjasama antar lembaga saling memberi informasi dan bermanfaat.

Pada tataran  teknis pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid itu, BSM memberikan seperangkat alat, berupa komputer dan alat lainnya, sedangkan masjid menerima jasa dari jamaah berupa pembayaran listrik, PLN, Telkom, Air dan lain sebagainya.

"Keuntungan yang didapat, nantinya pengurus masjid mendapat dari PLN atau vendor jasa lainnya," ujarnya.

Kepala BSM Cabang Pluit, Binar Astuti Noviarini mengatakan, BSM selain melakukan sinergitas jasa pembayaran, juga melakukan kerjasama di bidang ibadah umroh. Ia berharap kerjasama ini awal dari sinergitas yang berkelanjutan, sehingga program mitra umat BSM benar-benar dirasakan masyarakat, terutama jamaah masjid.

"Kegiatan manajemen masjid angkatan pertama ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat besar terhadap umat, dan pemberdayaan ini akan terus kami lakukan," ujarnya

Ahmad Karyudi, ketua pengurus NU Penjaringan mengatakan sangat senang acara ini. Program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid ini memberikan nilai tersendiri bagi jamaah masjid. ''Untuk itu, kami akan terus menggerakkan jamaah masjid menjadi mitra BSM, agar bisa memberikan manfaat besar terhadap pemberdayaan ekonomi umat,'' ujarnya menambahkan.